Upaya tersebut turut didukung dengan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Forum internasional ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan dan peluang investasi di sektor kreatif.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjembatani kerja sama dengan mitra di AS.
Ia menilai kolaborasi ini berpotensi meningkatkan ekspor produk kreatif, mulai dari aplikasi digital hingga kuliner dan kerajinan.
Baca juga: Menteri Ekraf Apresiasi ICEx: Dukung Aset Digital Jadi Modal Kreator
Melalui sinergi lintas negara, pemerintah optimistis ekonomi kreatif Indonesia mampu membuka lebih banyak lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.
