Sementara itu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyatakan kesiapan Thailand untuk memperluas kemitraan di sektor industri pertahanan.
Ia menawarkan penyediaan 36 kendaraan lapis baja amfibi beroda (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) bagi Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Kendaraan tersebut saat ini telah digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand.
Anutin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Indonesia terhadap produk pertahanan yang dikembangkan Thailand.
Menurutnya, kerja sama industri pertahanan dapat menjadi fondasi bagi hubungan bilateral yang lebih erat sekaligus mendorong pengembangan teknologi pertahanan di kawasan.
Selain membahas penguatan kerja sama militer, Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran pertahanan dan keamanan yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan.
Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi kedua negara untuk memperluas kemitraan, menjajaki peluang investasi, serta meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan industri pertahanan di tingkat regional.
