Di negara berpenghasilan menengah, harga produk berisiko tersebut diproyeksikan naik dari US$4 menjadi US$10 hingga 2035, seiring penyesuaian inflasi.
Meski demikian, kebijakan ini mendapat kritik tajam dari industri.
Kate Loatman dari Asosiasi Minuman Internasional menilai pajak minuman manis tidak terbukti efektif mengurangi obesitas.
Baca juga:Â 21 Jenis Olahraga yang Terkena Pajak di Jakarta, Ini Daftarnya!
Sementara itu, Amanda Berger dari Distilled Spirits Council menyebut kebijakan pajak alkohol tidak akan mengatasi penyalahgunaan.
Inisiatif pajak ini didukung oleh Bloomberg Philanthropies, Bank Dunia, dan OECD.
WHO juga tengah mengkaji kemungkinan penerapan pajak pada makanan ultra-proses, sambil menyusun definisi resmi produk tersebut dalam waktu dekat.

