Namun, upaya evakuasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait kondisi cuaca yang belum stabil serta akses menuju lokasi bencana yang cukup sempit.
Menurut Ali, alat berat belum dapat dikerahkan untuk membantu proses pencarian karena medan yang sulit dijangkau.
Meski demikian, TNI AL bersama unsur terkait tetap berupaya memaksimalkan pencarian dengan berbagai metode alternatif.
“Karena alat berat belum bisa masuk, pencarian dilakukan menggunakan teknologi pendukung seperti drone, perangkat thermal, serta bantuan anjing pelacak,” jelasnya.
KSAL menegaskan bahwa keselamatan personel yang terlibat dalam proses pencarian juga menjadi prioritas utama.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, dan instansi terkait lainnya terus dilakukan guna mempercepat evakuasi para korban yang masih tertimbun.
Bencana longsor di kawasan Cisarua ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat dampaknya tidak hanya menimpa warga sipil, tetapi juga aparat negara yang tengah bertugas.
Baca juga: Longsor dan Banjir Bandang Terjang Cisarua Bandung Barat, 4 Tewas dan 89 Orang Masih Dicari
Pemerintah dan TNI AL berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan.
