Marwan mendorong sinergi antara Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan untuk memecah kebuntuan ini.
Ia juga menekankan perlunya perubahan paradigma perbankan nasional yang cenderung melihat UMKM sebagai nasabah berisiko tinggi.
“Ketika negara meminta UMKM menjadi motor pemulihan, maka negara juga harus hadir menyediakan jalur pembiayaan yang berpihak,” tegasnya.
Baca juga: Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung UMKM dan Ekonomi Kreatif di Bulan Ramadan
Menurut Marwan, kredit produktif untuk UMKM adalah investasi masa depan. Ia mendesak agar pemerintah berhenti memberi janji dan mulai memberikan akses serta dukungan nyata.
“UMKM butuh akses, modal, dan kemudahan, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.
