Forum tersebut juga merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekraf dengan KBRI Singapura, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, serta Asosiasi Komik Indonesia (AKSI).
Kehadiran pembicara regional dan internasional menambah nilai strategis forum, terutama melalui bahasan mengenai tren industri komik global dan pengembangan IP ke film, gim, hingga konten digital.
Kementerian Ekraf menilai Business Forum & Networking Session sebagai instrumen penting untuk memperkuat komersialisasi dan promosi IP komik Indonesia di pasar internasional.
“Kami berkomitmen mengakselerasi kerja sama internasional, membuka jalur distribusi dan lisensi baru, serta memastikan kreator nasional mendapatkan pendampingan memadai dalam proses negosiasi dan penjajakan investasi,” tambah Riefky.
Langkah ini diharapkan membuka peluang baru bagi kreator Indonesia untuk menembus panggung kreativitas dunia dan memperkuat posisi industri komik nasional dalam rantai ekonomi kreatif global.
