Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa fokus menjalani pendidikan tanpa terbebani biaya hidup selama berada di Jepang.
Untuk dapat mengikuti seleksi, calon peserta harus merupakan warga negara Indonesia, berstatus mahasiswa kedokteran aktif, memiliki prestasi akademik yang baik, memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi asal, serta menguasai bahasa Inggris dengan baik.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh lisensi dokter di Jepang, penerima beasiswa diwajibkan menjalani penugasan di institusi klinis yang ditentukan oleh IUHW selama satu setengah kali masa pemberian beasiswa.
Penempatan dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, hasil konsultasi dengan perguruan tinggi asal, serta mempertimbangkan preferensi peserta.
Pendaftaran daring dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli hingga 25 Agustus 2026. Setelah melalui seleksi administrasi dan tes tertulis, peserta yang lolos akan diproyeksikan memulai pendidikan pada April 2027.
Baca juga: Kabar Gembira! Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi 85 Mahasiswa ITB dari Keluarga Kurang Mampu
Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui kerja sama pendidikan internasional.
