Dody mengakui sebagian tanggul darurat telah terbangun, meski baru sekitar satu kilometer dari total sembilan kilometer yang direncanakan.
Tanggul di sisi kanan Sungai Aek Sigalagala juga telah berdiri, namun masih bersifat sementara dan akan diperkuat seiring penyediaan lahan.
Ia menambahkan, desain pengendalian banjir telah disiapkan dengan lebar sungai sekitar 50 meter dan kedalaman tiga meter agar mampu menampung debit air kiriman dari hulu.
Selain pembangunan dam utama di bagian atas, pemerintah juga akan meninggikan dam eksisting dan membangun struktur tambahan yang berfungsi sebagai pengendali aliran.
Dody memastikan, meski fokus utama saat ini di Tukka, penanganan sungai di kecamatan lain di Tapteng tetap berjalan paralel melalui pembagian tim kerja di lapangan.
