Harga Emas Diproyeksikan Terus Naik hingga Akhir 2026, Ini Faktor Pendorongnya!

TAJUKNASIONAL.COM Harga emas terus menunjukkan tren penguatan dan diperkirakan akan bertahan hingga akhir 2026.

Sejumlah faktor global dinilai menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia tersebut, mulai dari dinamika geopolitik, kondisi ekonomi dunia yang belum stabil, hingga arah kebijakan bank sentral di berbagai negara.

Tenaga Profesional Lemhannas, Edi Permadi, menyampaikan bahwa pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian global.

Menurutnya, emas masih menjadi instrumen utama lindung nilai di tengah situasi dunia yang penuh tekanan.

“Harga emas selalu berkaitan erat dengan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, supply dan demand, serta kebijakan suku bunga. Faktor-faktor ini akan terus memengaruhi pergerakan emas sepanjang 2026,” ujar Edi di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menyoroti aspek geopolitik sebagai faktor dominan. Sejarah mencatat lonjakan harga emas kerap terjadi saat dunia menghadapi konflik besar, seperti krisis minyak 1973 dan konflik Timur Tengah pada akhir 1970-an.

Memasuki 2026, ketegangan global kembali meningkat, mulai dari konflik Rusia–Ukraina, situasi Timur Tengah, hingga rivalitas Amerika Serikat dan China.

Selain itu, hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara Uni Eropa dinilai masih menyisakan ketegangan, meski isu ekspansi ke Greenland mulai mereda.

Kondisi tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset aman berskala global.

Dari sisi ekonomi, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai pertumbuhan ekonomi dunia masih rapuh dan rentan terhadap guncangan eksternal.

Situasi ini membuat aset keuangan berbasis kepercayaan negara rawan volatilitas, sehingga emas kembali menjadi pilihan investor.

Kebijakan bank sentral juga turut menopang harga emas.

Peluang pelonggaran moneter dan terbatasnya ruang kenaikan suku bunga membuat emas tetap kompetitif dibandingkan instrumen investasi lain.

“Ketika suku bunga tidak naik, investasi emas menjadi relatif lebih menarik,” jelas Edi.

Permintaan emas global pun meningkat, terutama dari bank sentral yang agresif menambah cadangan emas.

Di tengah ketidakpastian global, emas kini tak hanya berfungsi sebagai lindung nilai inflasi, tetapi juga sebagai pengaman risiko sistem keuangan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini