Ia menegaskan, program transmigrasi kini berbeda dari masa lalu.
Pemerintah telah menyiapkan sarana dan prasarana lengkap seperti rumah, sekolah, tempat ibadah, pelabuhan, hingga SPBU, serta bantuan alat tangkap dan kapal untuk mendukung perekonomian warga.
“Transmigrasi bukan lagi sekadar pindah tempat, tapi menciptakan kesejahteraan baru. Pemerintah tidak boleh gagal memberi nilai tambah bagi rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, menambahkan bahwa transmigrasi modern kini berfokus pada transformasi sosial dan ekonomi.
Program ini diarahkan untuk membentuk masyarakat produktif melalui pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi, dan pembentukan Badan Usaha Milik Transmigrasi (BUMTrans).
Baca juga: Kementerian Transmigrasi Siapkan Rp300 Miliar untuk Majukan Kawasan Transmigrasi 2025
“Jika industri di Rempang Eco City dan program transmigrasi tumbuh bersama, kita akan menuai dua hasil sekaligus: kesejahteraan dan kemandirian,” ujar Prima optimistis.
