Pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha dicatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang meningkat 11,83 persen.
Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah masih menjadi komponen dengan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 18,62 persen.
Dari aspek kewilayahan, Pulau Jawa masih menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional pada triwulan II-2026.
Kelompok provinsi di wilayah ini memberikan kontribusi sebesar 56,47 persen terhadap total perekonomian Indonesia, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai penyumbang terbesar dalam struktur ekonomi nasional.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa permintaan domestik, terutama melalui belanja pemerintah, masih menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sejumlah sektor produktif juga terus mencatat kinerja yang kuat sehingga memberikan sinyal positif terhadap keberlanjutan pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional sepanjang 2026.
