Ia menambahkan, pengembangan tersebut akan tetap mengacu pada kebijakan infrastruktur dan konektivitas agar akses menuju destinasi semakin mudah dan nyaman bagi wisatawan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 2.000 desa pesisir yang tengah mengembangkan wisata berbasis alam, termasuk di wilayah transmigrasi.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 16 hingga 17 juta orang pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, pengembangan desa wisata dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai serta kolaborasi yang berkelanjutan.
Baca juga: Perkuat Perlindungan, Menteri Transmigrasi Dukung Pengendalian Alih Fungsi Sawah oleh ATR/BPN
Melalui sinergi ini, desa-desa transmigrasi diharapkan mampu tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
