TAJUKNASIONAL.COM Anggota Komisi VI DPR RI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai gejolak harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah tidak akan mengganggu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Ia memastikan pemerintah memiliki strategi untuk menjaga pasokan energi tetap stabil, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman saat berbincang dengan media di kawasan Tepian Rasa, Cirebon, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, lonjakan harga minyak global memang dipicu situasi geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Teluk dan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengalaman Indonesia dalam menghadapi krisis energi sebelumnya dapat menjadi pelajaran penting.
Herman mencontohkan situasi serupa yang pernah terjadi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ketika harga minyak dunia melonjak tajam.
“Pada saat itu pemerintah memang melakukan penyesuaian harga BBM, tetapi tetap disertai jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi. Hasilnya, tingkat kemiskinan dapat ditekan hingga sekitar 9 persen,” ujar Herman.
Politisi Demokrat tersebut juga menyatakan optimisme terhadap kemampuan pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mengelola tekanan ekonomi global.
“Kami yakin Presiden Prabowo memiliki strategi yang tepat agar masyarakat tetap bisa memperoleh BBM dengan harga terjangkau, sementara kondisi APBN tetap kuat menghadapi dinamika global,” katanya.
Herman menjelaskan, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya kenaikan harga minyak dunia, tetapi juga meningkatnya permintaan BBM dalam negeri menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik berpotensi meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.
Baca juga: Soroti Ancaman Geopolitik Global, AHY Minta Kader Demokrat Tetap Solid dan Fokus pada Rakyat
Meski demikian, ia memastikan pasokan BBM nasional tetap aman hingga Lebaran.
