Pemerintah, kata dia, juga dapat menambah subsidi atau memberikan kompensasi untuk menjaga stabilitas harga.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sekitar 20 persen impor minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah.
Untuk menjaga ketahanan energi hingga 21 hari, pemerintah juga menyiapkan alternatif pasokan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Baca juga: Gelar Safari Ramadan, Fraksi Demokrat KLU Serap Aspirasi Warga hingga Soroti Harga Sembako
“Yang menjadi tantangan utama bukan ketersediaan, melainkan fluktuasi harga. Karena itu kebijakan subsidi dan kompensasi harus dihitung secara cermat agar masyarakat tetap mendapatkan energi dengan harga yang wajar,” ujar Herman.
