Citra Satelit Rekam Erupsi Anak Krakatau, Selat Sunda Berubah Warna

Data Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan aktivitas tersebut dimulai pada Jumat pukul 23.07 WIB dan berakhir Minggu pukul 00.40 WIB.

“Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian,” ujar Lana.

Meski fase erupsi menerus telah berakhir, potensi letusan susulan masih dinilai tinggi. Badan Geologi juga mencatat sejumlah aktivitas kegempaan setelah episode erupsi tersebut.

Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Warga pesisir Banten dan Lampung juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait potensi tsunami.

Baca juga: [Berita Utama] Langkah Antisipasi Pemerintah Tangani Erupsi Anak Krakatau yang Ganggu Penerbangan dan Aktivitas Warga

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini