TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Indonesia resmi melakukan pengetatan anggaran dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis atau disebut juga MBG di sisa tahun berjalan 2026 ini.
Dengan efesiensi anggaran Makanan Bergizi Gratis atau MBG tersebut, pemerintah mengklaim bisa menghemat uang negara hingga Rp 1 Triliun tiap bulan.
Atau bisa hemat hingga Rp 12 Triliun saban tahunnya, hanya dengan mengefesiensikan anggaran Makanan Bergizi Gratis di semester 2 2026 ini!
Pernyataan itu disampaikan lanngsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia.
Atau Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari dalam sebuah konferensi Pers di Jakarta pada Rabu (17/6/2026) kemarin.
Lebih lanjut, Muhammad Qodari menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini tengah mencoba melakukan penataan Kembali pelaksanaan MBG agar lebih rapi.
Terlebih, program Makanan Bergizi Gratis sendiri adalah satu di antara program unggulan Pemerintah Indonesia di Bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Karena itu, beberapa Langkah pengetatanpun diambil.
Termasuk yang sedang berjalan saat ini adalah moratorium moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG baru yang berperan sebagai dapur MGB dalam rantai distribusinya.
Pemerintah menurut Muhammad Qodari juga sedang menyiapkan mekanisme baru untuk penghitungan insentif bagi SPPG.
Baca Juga: Lima Dapur MBG di Aceh Barat Daya Hentikan Layanan Sementara, Tunggu Dana Operasional Cair
Dengan nantinya SPPG akan dievaluasi berkala, dan diklasifikasikan menjadi tipe A,B,C dan D sesuai kualitias masing-masing SPPG di lapangan.
