Sebelum dihentikan, ia menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp200.000 setiap bulan. Pencairannya dilakukan tiga bulan sekali sehingga total dana yang diterima mencapai Rp600.000.
“Uang Rp600.000 itu ya berharga buat keluarga kami,” ujar Darmi.
Dana tersebut biasanya digunakan untuk membeli beras, lauk, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Darmi hidup bersama suaminya, Dayat (77), serta seorang anak perempuan yang mengalami gangguan kejiwaan.
Selama bansos tidak diterima, keluarga itu bertahan dengan pekerjaan serabutan dan bantuan dari lingkungan sekitar.
Darmi sendiri bekerja membersihkan sisa benang jahitan dengan penghasilan sekitar Rp3.000 per minggu.
Sementara Dayat yang sudah lanjut usia tidak lagi bekerja mencari kayu bakar seperti sebelumnya.
Baca juga: Bansos Agustus 2026 Mulai Disalurkan Bertahap, Ini Daftar Program dan Cara Cek Status Penerima
Karena kondisi tersebut, Darmi berharap proses reaktivasi segera rampung sehingga bansos kembali diterima dan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan keluarganya.
