Akselerasi Penanganan Darurat Bencana, AHY Ungkap Kementerian PU Kerahkan Segala Sumber Daya

TAJUKASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama dalam membuka akses yang terputus serta memulihkan konektivitas dan layanan dasar masyarakat.

Menko AHY mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan penanganan secara cepat dan terpadu.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat juga ditugaskan langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.

Puluhan ribu paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Sementara itu, kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Dari sektor infrastruktur, Menko AHY telah meminta Kementerian PU mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membuka akses yang terputus serta memulihkan konektivitas dan layanan dasar masyarakat secepat mungkin.

“Konektivitas adalah prioritas, karena tanpa akses, bantuan tidak akan sampai. Karena itu, jalan yang terdampak harus segera ditangani agar mobilitas petugas, bantuan logistik, dan masyarakat tetap dapat berlangsung,” kata AHY melalui rilis tertulis yang diterima Tajuk Nasional.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT saat ini menangani 12 titik longsoran.

Tiga titik berada di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik lainnya berada di ruas Aegela–Batas Kota Ende.

Sejumlah alat berat berupa loader dan excavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran dan menjaga akses jalan tetap fungsional.

Penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas mengingat masih adanya potensi gempa susulan.

Pemulihan layanan dasar, terutama ketersediaan air bagi masyarakat, juga menjadi prioritas. Kementerian PU terus melakukan inspeksi terhadap infrastruktur sumber daya air di wilayah terdampak.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual berada dalam kondisi baik, sementara pemeriksaan teknis yang lebih detail masih terus dilakukan.

Pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur, ditemukan kerusakan ringan pada bendung serta longsoran yang menutup saluran sekunder.

BBWS Nusa Tenggara II juga telah menyiagakan berbagai peralatan pendukung, termasuk drilling rig dan truck crane, untuk mempercepat penanganan apabila dibutuhkan di lapangan.

Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap SPAM Waemese di Labuan Bajo agar pelayanan air minum bagi masyarakat dapat segera dipulihkan.

Penanganan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur juga terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan sumber daya air bagi masyarakat.

“Prioritas kami dari sisi infrastruktur adalah jangan sampai kerusakan dan terputusnya akses memperberat kondisi masyarakat ataupun menghambat penanganan darurat. Konektivitas dan layanan dasar yang terdampak harus dipulihkan secepat mungkin,” tegas Menko AHY.

Baca juga: [VIRAL] Sehari Setelah Pidato Presiden Prabowo, 3 Wilayah Indonesia Dilanda Gempa Bumi

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini