Mentrans Iftitah Sulaiman Dorong Industrialisasi Kawasan Transmigrasi di Luar Jawa

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong pengembangan kawasan transmigrasi menjadi pusat industri dan pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Strategi ini diarahkan untuk memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Gagasan tersebut disampaikan Iftitah dalam kuliah umum bertajuk Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Beijing, Senin (12/10/2026).

Menurut Iftitah, pembangunan kawasan transmigrasi perlu terintegrasi dengan industri pengolahan, teknologi, infrastruktur, dan akses pasar. Dengan demikian, daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari proses produksi hingga pemasaran.

“Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa,” ujar Iftitah.

Ia mencontohkan pengembangan industri gula di Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang menyerap sekitar 3.500 pekerja tetap dan mencapai 6.000 tenaga kerja saat musim panen. Sementara itu, industri pengolahan kelapa di Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan mempekerjakan lebih dari 4.000 orang, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan masyarakat lokal.

Iftitah menilai pengolahan komoditas seperti kelapa, kopi, kakao, dan buah-buahan berpotensi memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha setempat.

Kementerian Transmigrasi juga mengembangkan lima program unggulan, yakni Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kepastian lahan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kegiatan produktif.

Dalam kesempatan yang sama, Iftitah menawarkan penjajakan riset terapan bersama ISSCAD dan Peking University untuk memetakan potensi ekonomi, rantai pasok, kebutuhan tenaga kerja, serta hambatan investasi di kawasan transmigrasi.

Ia juga membuka peluang kerja sama penelitian di Salor dan Wanam, Merauke, Papua Selatan, khususnya dalam bidang pertanian, teknologi, dan sistem produksi pangan.

Menurut Iftitah, keberhasilan industrialisasi di luar Jawa harus diukur dari manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari terciptanya pekerjaan berkualitas hingga meningkatnya keterlibatan produsen lokal dan UMKM dalam rantai pasok industri.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini