Jokowi Tunjukkan KTA PSI, PDIP Balik Sentil: “Tunjukin Juga Ijazahnya”
Joko Widodo secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di hadapan kader partai tersebut di Bandung. Langkah itu sekaligus menjadi penegasan Jokowi bahwa dirinya telah menjadi bagian dari PSI sejak Oktober 2025.
Namun, kemunculan KTA tersebut langsung mendapat respons dari PDI Perjuangan (PDIP). Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira justru menyinggung persoalan ijazah Jokowi yang selama ini menjadi polemik di ruang publik.
Peristiwa itu bermula ketika Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung pada Sabtu, 26 September 2026. Di hadapan kader PSI, Jokowi mengeluarkan KTA miliknya dan membacakan identitas serta nomor keanggotaan yang tercantum pada kartu tersebut.
Jokowi mengatakan dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia menyebut KTA tersebut ditunjukkan untuk menjawab keraguan mengenai statusnya sebagai bagian dari PSI.
“Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025,” kata Jokowi dalam acara tersebut.
Jokowi Akhirnya Buka KTA PSI ke Publik
Selama hampir satu tahun, status Jokowi di PSI menjadi perhatian publik. PSI sebelumnya memang telah memberikan sejumlah sinyal mengenai kedekatan mantan Presiden RI itu dengan partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.
Saat berada di Bandung, Jokowi akhirnya memilih menunjukkan KTA fisiknya secara langsung.
Ia bahkan membacakan nomor keanggotaan yang tertera pada kartu tersebut di hadapan kader. Langkah itu membuat status Jokowi sebagai anggota PSI disampaikan secara terbuka oleh dirinya sendiri.
Kemunculan Jokowi di tengah agenda PSI juga tidak berhenti pada persoalan keanggotaan.
PSI memastikan Jokowi akan menempati posisi Ketua Dewan Pembina PSI. Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan pengukuhan tersebut direncanakan berlangsung pada November 2026, bertepatan dengan rangkaian Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Dengan demikian, posisi Jokowi di PSI mulai bergerak dari sekadar status anggota menjadi bagian dari struktur penting partai.
Andreas Hugo Pareira Balik Singgung Ijazah
Penegasan Jokowi mengenai keanggotaannya di PSI kemudian mendapat respons dari PDIP.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi aksi Jokowi menunjukkan KTA tersebut dengan pernyataan yang menyinggung polemik ijazah.
Andreas mengatakan, jika Jokowi bersedia menunjukkan KTA PSI kepada publik, ia juga meminta Jokowi menunjukkan ijazah yang selama ini menjadi bahan perdebatan.
“Kalau gua sih KTA baru, tunjukin juga dong ijazahnya,” ujar Andreas kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.
Ia kemudian menegaskan kembali maksud pernyataannya dengan mengatakan, “KTA ditunjukkin, ijazahnya enggak.”
Pernyataan Andreas tersebut merupakan respons politik terhadap momentum Jokowi membuka KTA PSI. Pernyataan itu juga kembali membawa isu ijazah Jokowi ke tengah pemberitaan setelah sebelumnya menjadi perdebatan panjang di ruang publik.
Polemik mengenai ijazah tersebut sendiri merupakan isu yang telah lama bergulir. Karena itu, komentar Andreas perlu ditempatkan sebagai pernyataan politik dari pihak PDIP, bukan sebagai kesimpulan mengenai keabsahan atau tidaknya dokumen pendidikan Jokowi.
PDIP: Tak Lagi Punya Urusan dengan Jokowi
Selain menyinggung soal ijazah, Andreas juga memberikan respons ketika ditanya mengenai hubungan PDIP dengan Jokowi setelah mantan presiden tersebut secara terbuka menjadi kader PSI.
Andreas menyatakan PDIP tidak lagi memiliki urusan dengan Jokowi.
“Enggak ada urusan gue. Enggak ada urusan gue, udah lupa,” ujar Andreas.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perpindahan posisi politik Jokowi kini menjadi bagian dari dinamika baru antara mantan Presiden RI itu dengan partai yang pernah mengusungnya dalam dua pemilihan presiden.
Jokowi sebelumnya dikenal sebagai kader PDIP dan dua kali maju sebagai calon presiden dengan dukungan partai tersebut. Kini, ia secara terbuka menyatakan dirinya sebagai bagian dari PSI.
Jokowi Bersiap Masuk Struktur Pimpinan PSI
Setelah KTA ditunjukkan kepada publik, perkembangan berikutnya adalah rencana pengangkatan Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
Ahmad Ali menyebut pengukuhan tersebut direncanakan pada 16 November 2026 di Surabaya. Namun, agenda tersebut masih merupakan rencana pengukuhan yang disampaikan jajaran PSI.
Posisi tersebut akan menempatkan Jokowi dalam struktur penting PSI dan memperjelas keterlibatannya dalam aktivitas politik partai tersebut.
Sementara itu, Jokowi sendiri dalam acara PSI di Bandung juga menyampaikan pesan kepada kader agar terus bekerja dan merapikan struktur organisasi hingga tingkat daerah.
Di sisi lain, respons PDIP melalui Andreas Hugo Pareira memperlihatkan bahwa langkah Jokowi menunjukkan KTA PSI masih memiliki dimensi politik yang lebih luas. Satu sisi menegaskan status baru Jokowi di PSI, sementara sisi lain kembali membuka ruang perdebatan mengenai isu ijazah yang sebelumnya telah menjadi perhatian publik.
Dengan Jokowi tunjukkan KTA PSI, status politiknya kini tidak lagi sekadar menjadi spekulasi. Jokowi sendiri telah menyatakan bahwa dirinya merupakan anggota PSI sejak 14 Oktober 2025, sementara partai tersebut juga menyampaikan rencana pengangkatannya sebagai Ketua Dewan Pembina pada November 2026.
Adapun sindiran Andreas mengenai ijazah merupakan respons dari PDIP terhadap momentum tersebut dan tidak dengan sendirinya membuktikan klaim apa pun mengenai dokumen pendidikan Jokowi.
