TAJUKNASIONAL.COM Safari politik Joko Widodo untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum mendapat respons antusias dari masyarakat.
Survei Parameter Politik Indonesia menunjukkan, setelah mengetahui safari politik tersebut, sebanyak 34,8 persen responden menyatakan tidak tertarik memilih PSI, sementara 28,1 persen bersikap biasa saja.
Hanya 13,0 persen yang menyatakan tertarik memilih PSI.
Temuan tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap safari politik Jokowi untuk PSI cenderung belum memberikan dorongan elektoral yang kuat.
Jika digabungkan, responden yang menyatakan tidak tertarik dan biasa saja mencapai 62,9 persen, jauh lebih besar dibandingkan mereka yang menyatakan tertarik memilih PSI sebesar 13,0 persen.
Sementara itu, 24,2 persen responden tidak memberikan jawaban.
Survei juga memperlihatkan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai safari politik tersebut masih terbatas.
Sebanyak 37,1 persen responden mengaku mengetahui Jokowi melakukan safari politik untuk membesarkan PSI, sedangkan 62,9 persen lainnya menyatakan tidak mengetahui.
Survei Parameter Politik Indonesia dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan.
Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan stratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan agama.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 20 Juli–3 Agustus 2026.
Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error ±2,8 persen.

Untuk menjaga akurasi dan reliabilitas data, dilakukan quality control, pengecekan terhadap 50 persen responden atau lima responden setiap surveyor, serta supervisi berlapis oleh koordinator daerah, koordinator wilayah, dan peneliti.
Hasil ini menjadi gambaran mengenai respons publik terhadap aktivitas politik Jokowi dalam mendorong PSI.
Meski safari politik tersebut diketahui oleh sebagian masyarakat, data survei menunjukkan ketertarikan untuk menjadikan PSI sebagai pilihan masih relatif rendah, sementara porsi masyarakat yang tidak tertarik atau bersikap biasa saja jauh lebih besar.
