3 Kontroversi Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Wasit Jadi Sorotan

TAJUKNASIONAL.COM Paris Saint-Germain atau PSG sukses keluar sebagai juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5) malam waktu Indonesia.

Les Parisiens memastikan gelar juara setelah menang melalui drama adu penalti atas The Gunners.

Kemenangan ini sekaligus membuat PSG berhasil mempertahankan gelar Liga Champions.

Namun, keberhasilan PSG mengangkat trofi tidak lepas dari sorotan.

Laga final tersebut diwarnai sejumlah momen kontroversial yang mengundang perdebatan, terutama terkait keputusan wasit asal Jerman, Daniel Siebert.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia U-20 di Grup H, Hadapi Australia Hingga Malaysia

Dalam pertandingan besar seperti final Liga Champions, setiap keputusan kecil bisa menjadi penentu. Hal itu pula yang terjadi dalam duel PSG melawan Arsenal.

Beberapa insiden di kotak penalti memicu reaksi keras dari pemain, pelatih, hingga suporter.

Berikut tiga kontroversi yang mencuri perhatian dalam final Liga Champions PSG vs Arsenal.

1. Dugaan Handball Bukayo Saka

Kontroversi pertama terjadi ketika Bukayo Saka berusaha menyapu bola keluar dari kotak penalti Arsenal. Dalam situasi tersebut, pemain asal Inggris itu melakukan halauan yang kurang sempurna.

Bola yang coba dibuang Saka kemudian mengenai tangannya setelah lebih dulu tersentuh bagian tubuh lain. Pemain-pemain PSG langsung mengangkat tangan dan meminta wasit menunjuk titik putih.

Namun, Daniel Siebert memilih tidak memberikan penalti untuk PSG. Wasit tampaknya menilai bola lebih dulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan Saka, sehingga tidak dianggap sebagai pelanggaran handball.

Keputusan tersebut langsung menjadi bahan perdebatan. Pihak PSG merasa memiliki alasan kuat untuk mendapatkan penalti, sementara kubu Arsenal menganggap keputusan wasit sudah tepat.

Baca Juga: Tiga Klub Pemain Timnas Indonesia Naik Kasta, Peluang Tampil di Liga Elite Eropa Terbuka

2. Penalti untuk PSG dan Kartu Kuning Kedua yang Tak Keluar

Kontroversi kedua muncul saat Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia. Insiden tersebut berujung pada hadiah penalti untuk PSG yang kemudian berhasil dieksekusi Ousmane Dembele.

Perdebatan pertama muncul terkait layak atau tidaknya kontak Mosquera kepada Kvaratskhelia dihukum penalti. Sebagian pihak menilai kontak tersebut cukup jelas, sementara lainnya menganggap benturan itu masih dalam batas duel normal.

Namun, kontroversi tidak berhenti di situ. Mosquera sebelumnya sudah menerima kartu kuning pada awal babak kedua. Karena itu, keputusan Siebert yang tidak mengeluarkan kartu kuning kedua juga menjadi sorotan.

Jika kartu kuning kedua diberikan, Arsenal harus bermain dengan 10 pemain. Situasi itu tentu dapat mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini