Profil Panglima Jilah, Pemimpin Pasukan Merah yang Ajak Jokowi Main Film Kolosal Dayak

TAJUKNASIONAL.COM Nama Panglima Jilah kembali menjadi perhatian publik setelah menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo.

Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng atau TBBR itu mengajak Jokowi terlibat dalam film kolosal bertema budaya Dayak.

Panglima Jilah mengatakan, Jokowi memberikan respons positif terhadap ide tersebut. Menurutnya, pembahasan dengan Jokowi berlangsung dalam suasana silaturahmi dan berfokus pada adat serta kebudayaan Dayak.

“Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya,” ujar Panglima Jilah, Rabu (20/5).

Baca Juga: Panglima Jilah Ajak Jokowi Jadi Pemeran Utama Film Kolosal tentang Dayak

Film yang direncanakan itu disebut akan mengangkat cerita-cerita Dayak pada masa lampau. Panglima Jilah bahkan menyebut Jokowi akan diberi peran utama dalam film tersebut. Ceritanya akan menampilkan hubungan dan kolaborasi antara Dayak, Jawa, dan Majapahit.

“Pokoknya peran beliau peran utama. Nanti akan kita buat sebaik mungkin. Filmnya menceritakan cerita-cerita Dayak di masa lampau, bagaimana kolaborasi Dayak dengan Jawa, Majapahit,” tuturnya.

Lantas, siapa sosok Panglima Jilah?

Panglima Jilah dikenal sebagai pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng, kelompok penjaga adat masyarakat Dayak. Ia juga dikenal dengan sebutan Pangalangok Jilah. Nama baptisnya adalah Agustinus.

Ia lahir di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada 19 Agustus 1980. Sosoknya mudah dikenali karena hampir seluruh tubuhnya dihiasi tato bernuansa tradisional Dayak.

Sejak dinobatkan sebagai pemimpin TBBR dari suku Dayak Kanayatan, Panglima Jilah menjadi figur yang disegani di Kalimantan. Ia dikenal memiliki kepedulian besar terhadap adat, budaya, serta berbagai persoalan yang terjadi di tanah Kalimantan.

Pasukan Merah TBBR sendiri dikenal sebagai salah satu kelompok adat yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat Dayak.

Baca Juga: Pengacara Sebut Jokowi Tak Mau Tergesa-gesa dalam Kasus Ijazah Palsu

Peran utamanya adalah membela hak masyarakat adat serta mempertahankan tradisi yang dinilai mulai terkikis oleh perubahan zaman.

Panglima Jilah juga kerap disebut sebagai simbol perjuangan masyarakat adat dalam mencari keadilan di tanah leluhur. Ia dikenal sering berada di barisan depan ketika masyarakat adat menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hak dan ruang hidup.

Dalam sejumlah cerita yang berkembang, Panglima Jilah disebut sebagai tokoh Dayak yang sakti mandraguna, tetapi tetap rendah hati. Ia juga disebut sebagai cucu seorang panglima terpandang pada masa kerajaan, sehingga wajar jika namanya begitu dihormati.

Pada masa kecil, Panglima Jilah dikisahkan sempat memiliki keterbatasan dalam berbicara. Namun, berkat semangat dan dorongan kuat dari dirinya serta nilai leluhur, ia perlahan mampu mengatasi keterbatasan tersebut.

Selain mengajak Jokowi bermain film, Panglima Jilah juga mengundang mantan presiden itu hadir dalam acara adat budaya Dayak yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini