Panglima Jilah Ajak Jokowi Jadi Pemeran Utama Film Kolosal tentang Dayak

TAJUKNASIONAL.COM Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng atau TBBR, Panglima Jilah, menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo.

Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya membahas silaturahmi, tetapi juga rencana besar terkait pengenalan budaya Dayak.

Dalam kesempatan itu, Panglima Jilah mengajak Jokowi untuk terlibat dalam sebuah film bertema Dayak.

Menariknya, Jokowi disebut ditawari menjadi pemeran utama dalam film kolosal yang akan mengangkat cerita kebudayaan dan sejarah masyarakat Dayak.

Baca Juga: Perjalanan Jokowi Keliling Indonesia Jadi Panggung Baru bagi PSI?

Panglima Jilah mengatakan, Jokowi memberikan respons positif terhadap gagasan tersebut. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo itu menyambut baik pembahasan yang berkaitan dengan budaya dan pelestarian nilai-nilai adat.

“Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif semuanya tentang budaya,” ujar Panglima Jilah, Rabu (20/5).

Film yang direncanakan tersebut disebut akan dikemas dalam format kolosal. Panglima Jilah menjelaskan bahwa film itu akan menceritakan kisah-kisah Dayak pada masa lampau, termasuk hubungan dan kolaborasi budaya antara Dayak, Jawa, dan Majapahit.

“Pokoknya peran beliau peran utama. Nanti akan kita buat sebaik mungkin. Filmnya menceritakan cerita-cerita Dayak di masa lampau, bagaimana kolaborasi Dayak dengan Jawa, Majapahit,” tuturnya.

Rencana film kolosal tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Melalui medium film, nilai sejarah, tradisi, adat, dan identitas masyarakat Dayak diharapkan dapat dikenalkan secara lebih menarik kepada generasi muda.

Baca Juga: Profil Dasco, Wakil Ketua DPR RI yang Dikaitkan dengan Ucapan “Hidup Jokowi”

Selain membahas rencana film, Panglima Jilah juga mengundang Jokowi untuk hadir dalam acara adat budaya Dayak. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus mendatang.

Menurut Panglima Jilah, pertemuannya dengan Jokowi merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus pembahasan mengenai pelestarian adat dan budaya. Kehadiran Jokowi dalam acara tersebut diharapkan dapat memberi perhatian lebih besar terhadap kekayaan budaya masyarakat Dayak.

“Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya. Kita mengundang beliau untuk datang di acara adat budaya di bulan delapan,” katanya.

Pertemuan Panglima Jilah dan Jokowi ini juga memperlihatkan kuatnya dorongan komunitas adat untuk membawa kebudayaan lokal ke ruang publik yang lebih luas. Film kolosal tentang Dayak dinilai dapat menjadi sarana promosi budaya sekaligus dokumentasi sejarah yang penting.

Jika rencana tersebut terealisasi, keterlibatan Jokowi sebagai pemeran utama tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai Presiden ke-7 RI, kehadirannya dalam film budaya dapat memperluas perhatian publik terhadap sejarah dan tradisi Dayak.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini