Apa Itu Hantavirus? Kenali Penularan, Gejala, dan Pencegahannya

TAJUKNASIONAL.COM Hantavirus kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan kasus di Kalimantan Barat. Penyakit ini perlu diwaspadai karena berkaitan dengan paparan tikus atau hewan pengerat lain yang terinfeksi.

Meski tergolong jarang, Hantavirus dapat menimbulkan gangguan kesehatan berat apabila tidak segera ditangani.

Secara umum, Hantavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru atau pembuluh darah dan ginjal.

Dalam dunia medis, infeksi ini dapat muncul sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang menyerang paru-paru, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang berdampak pada pembuluh darah dan ginjal.

Baca Juga: Fakta Kasus Hantavirus di Kalbar, Satu Pasien Meninggal Dunia

Penyakit Hantavirus termasuk penyakit zoonosis. Artinya, penularan bermula dari hewan ke manusia. Sumber penularan utama adalah tikus atau hewan pengerat yang membawa virus tersebut. Manusia dapat terinfeksi setelah bersentuhan dengan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang sudah terkontaminasi Hantavirus.

Risiko lain muncul apabila makanan atau minuman terpapar kotoran, urine, atau liur tikus, lalu dikonsumsi manusia. Karena itu, kebersihan lingkungan dan penyimpanan makanan menjadi faktor penting dalam pencegahan.

Sebagian besar Hantavirus tidak mudah menular dari manusia ke manusia. Namun, salah satu strain yang dikenal sebagai Andes Hantavirus di Amerika Selatan dilaporkan dalam kasus tertentu dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Meski demikian, penularan seperti ini tetap disebut jarang, dan hingga Mei 2026 strain Andes Hantavirus belum ditemukan di Indonesia.

Gejala Hantavirus biasanya tidak langsung muncul setelah paparan. Keluhan dapat timbul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah seseorang terinfeksi.

Pada tahap awal, gejala yang dirasakan bisa menyerupai penyakit infeksi lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, sakit perut, diare, dan rasa lelah.

Apabila menyerang paru-paru, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas, nyeri dada, detak jantung cepat, hingga pembengkakan paru.

Baca Juga: Waspada Virus Nipah! Ini Risiko dan Langkah Pencegahan yang Perlu Diketahui

Sementara pada kasus yang menyerang ginjal dan pembuluh darah, gejala dapat berupa tekanan darah rendah, perdarahan, gangguan aliran darah, kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.

Kelompok yang berisiko lebih tinggi terinfeksi Hantavirus adalah orang yang tinggal di area dengan banyak tikus, pekerja yang sering terpapar hewan pengerat, petugas pengendalian hama, pekerja konstruksi, hingga orang yang melakukan aktivitas luar ruangan seperti berkemah atau mendaki.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini