TAJUKNASIONAL.COM Nama Krisantus Kurniawan tengah menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang viral di media sosial terkait perbandingan pembangunan infrastruktur jalan antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat.
Wakil Gubernur Kalbar tersebut bahkan menyatakan siap “mencium lutut” Dedi Mulyadi jika mampu membangun infrastruktur jalan di Kalbar dengan anggaran terbatas sebesar Rp6 triliun.
Pernyataan itu muncul sebagai respons atas perbandingan kondisi jalan di Kalbar dengan Jawa Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun di balik polemik tersebut, sosok Krisantus memiliki rekam jejak panjang di dunia politik dan pemerintahan.
Baca Juga: Demokrat Kuasai Pilkada Kalbar, Raih Kemenangan di Sembilan Wilayah Strategis
Karier Politik dan Perjalanan Hidup
Krisantus Kurniawan lahir di Nanga Layung pada 3 Juni 1969. Ia mengawali kariernya di sektor swasta, termasuk bekerja di perusahaan dan menjadi kontraktor sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Langkah politiknya dimulai dari DPRD Kabupaten Sanggau, kemudian berlanjut ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Kariernya terus menanjak hingga terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2019.
Pada Pilkada 2024, Krisantus terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalbar mendampingi Ria Norsan untuk masa jabatan 2025–2030.
Selama berkiprah di legislatif, ia dikenal aktif menyuarakan isu pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya alam.
Baca Juga: Panic Buying Picu Antrean, Kemendagri Cabut Pembatasan BBM di Kalbar
Latar Belakang Pendidikan
Dalam hal pendidikan, Krisantus menunjukkan konsistensi dalam menempuh jenjang akademik.
Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri Sepauk, kemudian melanjutkan ke SMP dan SMA Panca Setya Sintang. Setelah itu, ia meraih gelar sarjana (S1) di Universitas Terbuka dan melanjutkan pendidikan magister (S2) di Universitas Tanjungpura.
Pendidikan tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kapasitas kepemimpinannya hingga saat ini.
