Komdigi Blokir Polymarket, Platform Prediksi Kripto Disebut Judi Online

Komdigi Blokir Polymarket, Platform Prediksi Kripto Disebut Judi Online

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengambil langkah tegas dengan memblokir akses terhadap platform Polymarket di Indonesia. Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah menilai aktivitas pada platform prediction market berbasis blockchain itu mengandung unsur perjudian online.

Keputusan Komdigi blokir Polymarket langsung menjadi perhatian publik, terutama di media sosial. Pasalnya, Polymarket dikenal sebagai platform prediksi berbasis kripto yang memungkinkan pengguna memasang taruhan terhadap berbagai hasil peristiwa dunia, mulai dari politik, ekonomi, olahraga, hingga isu global lainnya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk praktik judi online di Indonesia, termasuk yang dikemas menggunakan teknologi blockchain maupun aset kripto.

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia,” ujar Alexander Sabar dalam keterangan resmi, Jumat (22/05/2026).

Komdigi Nilai Polymarket Mengandung Unsur Judi Online

Dalam penjelasannya, Komdigi menyebut Polymarket dikategorikan sebagai judi online karena pengguna melakukan taruhan uang terhadap hasil suatu kejadian atau peristiwa tertentu. Meski menggunakan istilah prediction market, pemerintah menilai mekanisme yang digunakan tetap mengandung unsur spekulasi berbasis uang.

Polymarket sendiri merupakan platform berbasis blockchain yang memanfaatkan aset kripto dalam sistem transaksinya. Pengguna dapat membeli “prediksi” atas suatu hasil tertentu, lalu memperoleh keuntungan apabila prediksi tersebut benar.

Menurut pemerintah, konsep tersebut tidak berbeda jauh dengan praktik perjudian digital yang selama ini diberantas. Karena itu, Komdigi blokir Polymarket sebagai bagian dari upaya mempersempit ruang gerak judi online di Indonesia.

Selain pemblokiran situs utama, pemerintah juga dikabarkan menelusuri akun media sosial maupun afiliasi yang berkaitan dengan promosi platform tersebut.

Situs Polymarket Tidak Bisa Diakses di Indonesia

Sejumlah pengguna internet di Indonesia mulai melaporkan bahwa situs Polymarket tidak dapat diakses baik melalui jaringan WiFi maupun data seluler. Pemblokiran dilakukan pada domain utama platform tersebut.

Langkah ini menambah daftar panjang situs dan layanan digital yang dibatasi pemerintah karena dianggap melanggar aturan nasional, khususnya terkait perjudian online.

Komdigi menilai perkembangan teknologi digital tidak boleh dijadikan celah untuk menyamarkan praktik perjudian. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan platform yang menjanjikan keuntungan cepat melalui aktivitas spekulatif berbasis uang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memang semakin agresif memberantas judi online. Ribuan situs telah diblokir, termasuk platform yang menggunakan teknologi modern seperti blockchain dan aset kripto.

Polymarket Disebut Prediction Market Berbasis Blockchain

Polymarket dikenal secara global sebagai prediction market atau pasar prediksi digital. Platform ini memungkinkan pengguna bertaruh terhadap kemungkinan hasil suatu peristiwa.

Contohnya, pengguna dapat memasang prediksi terkait hasil pemilu, keputusan ekonomi dunia, harga aset digital, hingga konflik internasional. Nilai taruhan dilakukan menggunakan aset kripto sehingga transaksi berjalan secara digital melalui blockchain.

Meski di sejumlah negara konsep prediction market dianggap sebagai instrumen analisis opini publik, pemerintah Indonesia memiliki pandangan berbeda. Komdigi menilai aktivitas tersebut tetap memenuhi unsur perjudian karena melibatkan taruhan uang dan keuntungan berdasarkan hasil tertentu.

Karena itu, kebijakan Komdigi blokir Polymarket disebut sebagai bentuk penegakan aturan nasional terhadap platform digital asing yang dianggap bertentangan dengan hukum Indonesia.

Pemerintah Perketat Pengawasan Judi Online Berbasis Kripto

Kasus Polymarket menjadi sinyal bahwa pemerintah kini tidak hanya fokus pada situs judi konvensional, tetapi juga platform digital modern berbasis teknologi blockchain.

Fenomena judi online berbasis kripto memang semakin berkembang secara global. Banyak platform memanfaatkan sistem desentralisasi untuk menghindari pengawasan negara. Namun pemerintah Indonesia menegaskan bahwa seluruh aktivitas digital tetap harus tunduk pada regulasi nasional.

Komdigi juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap platform yang menggunakan istilah investasi, prediksi, atau market analysis tetapi sebenarnya mengandung unsur taruhan uang.

Pengawasan terhadap ruang digital dipastikan akan terus diperketat, termasuk terhadap promosi melalui media sosial dan influencer digital.

Reaksi Publik soal Komdigi Blokir Polymarket

Keputusan Komdigi blokir Polymarket memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sebagian pengguna mendukung langkah pemerintah karena dinilai dapat menekan praktik judi online yang semakin masif.

Namun ada pula yang menilai Polymarket berbeda dengan situs judi biasa karena berbasis prediction market dan banyak digunakan untuk membaca sentimen publik global.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa aturan di Indonesia melarang segala bentuk aktivitas perjudian, termasuk yang dikemas menggunakan teknologi blockchain maupun kripto.

Dengan pemblokiran tersebut, akses masyarakat Indonesia terhadap platform Polymarket kini semakin dibatasi. Pemerintah juga mengingatkan bahwa pemberantasan judi online akan terus menjadi prioritas utama dalam menjaga keamanan ruang digital nasional.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini