TAJUKNASIONAL.COM Laga besar sering kali ditentukan bukan oleh momen terakhir, melainkan oleh bagaimana sebuah tim mengendalikan ritme sejak awal. Itu yang ditunjukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia saat menghadapi Jakarta Pertamina Enduro pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Kamis (26/2/2026) malam.
Bahkan sebelum pertandingan benar-benar “selesai”, duel ini sudah berubah menjadi panggung penegasan dominasi.
Tim asuhan Alessandro Lodi tampil agresif sejak bola pertama.
Meski sempat terlihat melakukan sejumlah error, Gresik mampu menjaga kualitas serangan sayap dan menutup ruang-ruang Pertamina lewat blok yang disiplin.
Baca Juga: Kapan Final Four Proliga 2026? Ini Jadwal Kota Tuan Rumah dan Peta Persaingan Terbaru
Hasilnya, dua set awal berhasil diamankan dengan skor identik 25-20, 25-20.
Set pertama menjadi gambaran bagaimana Gresik mengatur tempo.
Mereka tampil menekan, membuat Pertamina kesulitan membangun variasi serangan.
Saat Pertamina mencoba mengejar, Gresik merespons cepat dengan transisi yang rapi, lalu menutup set pertama 25-20.
Set kedua berjalan lebih “berisik” karena Pertamina sempat memberi tekanan.
Namun, Gresik tetap terlihat lebih matang dalam memilih momen kapan mempercepat bola ke sisi, kapan bermain aman, dan kapan memaksimalkan blok untuk mematikan momentum lawan. Lagi-lagi, set berakhir 25-20 untuk Gresik.
Dari sisi performa individu, Annie Mitchem dan Bytsenko disebut tampil menonjol dalam mengangkat agresivitas Gresik.
Baca Juga: Update Top Skor Proliga 2026 Putri, Neriman Ozsoy Pimpin, Megawati Jadi Wakil Lokal di 9 Besar
Yang tak kalah penting, kontribusi pemain lokal juga terasa kolektif: rotasi berjalan, energi terjaga, dan kerja sama antar-lini membuat Pertamina tidak leluasa.
Dua set pembuka ini bukan sekadar angka di papan skor. Dalam konteks Proliga 2026, hasil sementara tersebut sudah cukup untuk menyampaikan pesan besar Gresik datang sebagai pemimpin, dan mereka bermain seperti pemilik takhta.
Laga pamungkas ini pun berubah dari duel puncak biasa menjadi semacam “pengumuman” bahwa dominasi mereka bukan kebetulan.
