TAJUKNASIONAL.COM Timnas Indonesia akan menjalani dua laga penting dalam ajang FIFA Series 2026 pada 27 dan 30 Maret.
Pelatih John Herdman telah merampingkan skuad menjadi 23 pemain dari sebelumnya 41 nama, sebagai persiapan menghadapi dua pertandingan tersebut.
Di posisi penjaga gawang, persaingan ketat terjadi antara Maarten Paes, Emil Audero, Nadeo Argawinata, dan Cahya Supriadi.
Meski begitu, Paes masih menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi utama, mengingat konsistensinya dalam beberapa laga terakhir.
Untuk lini pertahanan pada laga pertama melawan Saint Kitts and Nevis national football team, duet Rizky Ridho dan Elkan Baggott berpeluang besar tampil sebagai starter di jantung pertahanan.
Baca Juga: Profil Steven Vitoria, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Pilihan John Herdman
Sementara itu, Jay Idzes dan Justin Hubner kemungkinan diistirahatkan karena faktor kelelahan perjalanan.
Di posisi bek sayap, Sandy Walsh berpeluang mengisi sisi kanan, sementara Dony Tri Pamungkas dapat dipercaya di sisi kiri.
Pemain seperti Kevin Diks dan Calvin Verdonk juga berpotensi disimpan untuk laga berikutnya.
Lini tengah diprediksi diisi oleh Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Yakob Sayuri, serta Eliano Reijnders.
Kombinasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan antara bertahan dan menyerang.
Sementara itu, lini depan kemungkinan akan diisi duet Ole Romeny dan Ramadhan Sananta yang diharapkan mampu memaksimalkan peluang.
Untuk laga kedua, yang berpotensi menghadapi Bulgaria national football team, Herdman diprediksi menurunkan komposisi terbaiknya.
Di lini belakang, Kevin Diks akan mengisi sisi kanan, dengan duet Jay Idzes dan Justin Hubner di tengah, serta Calvin Verdonk di kiri.
Baca Juga: Ada Mantan Pemain Leeds, Ini Daftar Staf Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
Di lini tengah, Joey Pelupessy akan berperan sebagai gelandang bertahan bersama Nathan, didukung oleh Yakob Sayuri di sisi kanan dan Beckham Putra Nugraha atau Eliano di sisi kiri.
Jika menggunakan formasi 4-4-2, duet penyerang akan diisi oleh Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.
Kombinasi ini menjadi sorotan karena dinilai perlu meningkatkan produktivitas gol, mengingat performa keduanya di level klub belum maksimal.
