TAJUKNASIONAL.COM Wajah sepak bola Asia Tenggara resmi berubah dengan hadirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini bukan sekadar kompetisi baru, melainkan peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk tampil dengan kekuatan penuh.
Di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman, Skuad Garuda kini memiliki kesempatan langka: memanggil seluruh pemain terbaik tanpa terkendala izin klub luar negeri.
Tak Lagi Terkendala Izin Klub Eropa
Berbeda dengan Piala AFF yang tidak masuk kalender resmi FIFA, FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar dalam periode FIFA Matchday.
Artinya, klub-klub Eropa wajib melepas pemainnya untuk membela tim nasional. Ini menjadi keuntungan besar bagi Indonesia yang memiliki banyak pemain diaspora di Eropa.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, hingga Kevin Diks dipastikan bisa memperkuat tim tanpa hambatan.
Situasi ini sangat berbeda dengan era pelatih Shin Tae-yong yang kerap harus menurunkan skuad muda karena pemain inti tertahan di klub.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Usai FIFA Series 2026, Siap Hadapi AFF hingga Piala Asia 2027
Format Turnamen Lebih Menguntungkan
Selain soal pemain, format FIFA ASEAN Cup 2026 juga dinilai sangat menguntungkan. Turnamen ini diprediksi menggunakan sistem gugur (knockout), bukan fase grup panjang.
Indonesia disebut masuk pot 1 bersama tim kuat seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina, sehingga langsung lolos ke babak perempat final.
Dengan format ini, Skuad Garuda hanya perlu memenangkan tiga pertandingan—perempat final, semifinal, dan final—untuk menjadi juara.
Peluang Ubah Peta Kekuatan ASEAN
Kombinasi skuad penuh dan format ringkas membuat kekuatan Indonesia berpotensi melonjak drastis di kawasan Asia Tenggara.
Jika sebelumnya rival seperti Thailand dan Vietnam diuntungkan karena Indonesia tampil tanpa kekuatan terbaik, kini situasinya berubah total.
