FIGC menolak pendaftaran mereka, membuat klub dinyatakan bangkrut lagi dan harus berganti nama menjadi Como 1907 untuk memulai lagi dari Serie D (Divisi 4) pada tahun 2017.
– Titik Balik: Era Djarum dan Dongeng Menuju UCL
Akuisisi Sentral (2019): Konglomerat asal Indonesia melalui Djarum Group (SENT Entertainment) membeli Como 1907 saat masih terpuruk di Serie D.
Manajemen baru menyuntikkan dana besar, memperbaiki infrastruktur Stadion Giuseppe Sinigaglia, serta membangun akademi.
Proyek Berkelanjutan: Kehadiran legenda sepak bola seperti Dennis Wise (sebagai penasihat), serta Cesc Fàbregas dan Thierry Henry (sebagai investor dan pelatih) mengubah mentalitas klub secara instan.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions 2025/2026; Reuni Panas, Laga Sarat Dendam, dan Debutan Penasaran
Terbang Tinggi ke Eropa: Dari kubangan Serie D pada 2018, Como berturut-turut promosi ke Serie C, Serie B, hingga Serie A.
Puncaknya, stabilitas finansial dan kecerdikan taktik di Serie A membawa Como 1907 mengamankan tiket bersejarah ke panggung UEFA Champions League.
Nah, itulah profil Como 1907.
Klub Liga Italia yang melejit setelah mendapatkan sentuhan pengusaha Indonesia. (*)
