Dalam jangka pendek, pemerintah fokus menjaga stabilitas energi selama 12 bulan ke depan. Presiden menegaskan periode tersebut menjadi fase krusial sebelum Indonesia memasuki kondisi yang lebih kuat.
“Untuk satu tahun ke depan ini kita siap dan kuat menghadapi tantangan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah memastikan subsidi energi tetap diberikan kepada mayoritas masyarakat. Presiden menyebut sekitar 80 persen rakyat akan tetap mendapat perlindungan, sementara kelompok mampu diarahkan mengikuti harga pasar.
Presiden juga menekankan pentingnya percepatan kemandirian energi berbasis sumber daya domestik dan energi terbarukan. Ia menilai krisis global harus dimanfaatkan sebagai momentum reformasi.
“Krisis adalah peluang untuk bekerja lebih efisien, tanpa pemborosan dan tanpa korupsi,” katanya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan kebijakan tetap berpihak pada masyarakat.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
