“Ada beberapa juga yang sudah didengar oleh Bapak Presiden, mencakup dengan keadaan Puskesmas dan apa-apa yang dibutuhkan di Puskesmas kami,” ujar dr. Cefrilia.
Sementara itu, tenaga kesehatan setempat juga menyoroti kendala penanganan pasien darurat akibat terbatasnya fasilitas rujukan dan transportasi. Salah seorang perawat senior, Albert Nusa, mengatakan kondisi geografis Miangas menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan.
“Jika ada pasien darurat, kami harus tangani di tempat. Jika harus tindakan rumah sakit, itu memerlukan fasilitas dan transportasi yang memadai,” kata Albert.
Selain kebutuhan ambulans dan fasilitas penyimpanan vaksin, tenaga kesehatan di Miangas juga menghadapi keterbatasan jumlah petugas medis. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kunjungan Presiden ke Miangas dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pemerataan layanan dasar hingga wilayah terluar Indonesia.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
