TAJUKNASIONAL.COM Hamparan rumput hijau kini mulai menutupi permukaan lapangan sepak bola yang berada di kawasan Sekolah Rakyat Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Di tengah percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, fasilitas olahraga tersebut menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian dari kompleks pendidikan seluas 7,4 hektare tersebut.
Keberadaan lapangan sepak bola berukuran penuh tidak dimiliki oleh banyak sekolah rakyat.
Dengan dukungan ketersediaan lahan yang memadai, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun lapangan berukuran 105 x 68 meter yang mengacu pada standar FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional).
Di area sekeliling lapangan juga dibangun jogging track dengan lebar sesuai standar internasional yang dilengkapi dengan lapisan karet (rubber).
Fasilitas ini diharapkan dapat digunakan oleh seluruh siswa dalam kegiatan olahraga sehari-hari.
Selain sebagai sarana olahraga, lapangan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat, membentuk karakter, serta menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat harus tetap mengutamakan kualitas konstruksi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apa pun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” kata Menteri Dody.
Hingga 5 Juni 2026, progres pembangunan lapangan sepak bola telah mencapai 93,94 persen dan menjadi salah satu fasilitas dengan tingkat penyelesaian paling tinggi di kawasan Sekolah Rakyat Jember.
Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pemeliharaan rumput, pemupukan, serta penyempurnaan area pendukung sehingga lapangan siap dimanfaatkan saat kegiatan belajar-mengajar mulai berjalan.
Lapangan tersebut juga dilengkapi dengan sistem drainase berlapis yang dirancang mengikuti standar teknis lapangan sepak bola internasional.
Sistem ini berfungsi menjaga kualitas permukaan lapangan dalam berbagai kondisi cuaca.
Sementara itu, jenis rumput yang digunakan adalah matrella yang dinilai mendukung kenyamanan sekaligus keamanan dalam aktivitas olahraga.
Keberadaan lapangan sepak bola berstandar internasional ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada penyediaan ruang belajar.
Kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai lingkungan yang mampu mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dari aspek akademik, sosial, maupun fisik.
Dengan dukungan fasilitas olahraga yang memadai, siswa diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan sikap sportivitas, meningkatkan disiplin, serta membangun semangat berprestasi.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sebesar Rp221,99 miliar.
Proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor KSO PT Nindya Karya (Persero) – Modern dengan dukungan manajemen konstruksi dari PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).
Project Manager PT Nindya Karya Willy Aryansah Pratama Putra menyampaikan bahwa pembangunan lapangan sepak bola dan jogging track di Sekolah Rakyat Kabupaten Jember ditargetkan rampung pada pekan ini.
“Kenapa bisa dikatakan standar internasional: dimensi lapangan sepak bola sesuai dengan standar FIFA, sistem drainase juga sudah sesuai standar yang diterapkan FIFA, material rumputnya, dan juga jogging track dengan lebar sesuai standar internasional,” kata Willy.
Secara keseluruhan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Jember hingga 5 Juni 2026 telah mencapai 74,14 persen.
Untuk memenuhi target penyelesaian, Kementerian PU bersama kontraktor pelaksana mengerahkan sekitar 1.000 pekerja serta sejumlah alat berat guna mempercepat pekerjaan bangunan maupun penataan kawasan.
Di sisi lain, proses perakitan furnitur atau meubelair untuk ruang kelas dan asrama juga telah dimulai setelah sebagian besar perlengkapan tersebut tiba di lokasi.
Sekolah Rakyat Kabupaten Jember direncanakan dapat menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang terbagi dalam 36 rombongan belajar.
Selain ruang kelas, asrama, dan lapangan sepak bola, kompleks pendidikan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain rumah susun guru, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, lapangan basket, lapangan upacara, kantin, serta area terbuka yang menunjang kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter siswa. (hen)



' +
'