Perkuat Konektivitas Jabodetabek, Kementerian PU Kebut Perencanaan Tol Serpong–Bogor via Parung

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor melalui Parung guna memperkuat konektivitas di wilayah Jabodetabek.

Ruas tol sepanjang 32 kilometer ini diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik antarwilayah.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini masih berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis dan ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini.

“Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80 persen. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini,” ujar Menteri Dody dalam acara Media Briefing di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Proyek Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung memiliki nilai investasi sebesar Rp12,35 triliun dan dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa menggunakan dukungan APBN.

Kehadiran ruas tol ini diperkirakan dapat memangkas waktu perjalanan dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.

Secara teknis, jalan tol tersebut akan dilengkapi dua junction utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong.

Selain itu, terdapat tiga simpang susun yang akan dibangun di kawasan Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.

Pembangunan proyek dilaksanakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra. Masa konsesi proyek ditetapkan selama 40 tahun.

Ruas Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung dibagi ke dalam empat seksi pembangunan, meliputi Seksi I Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, serta Seksi IV Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 kilometer.

Kementerian PU memastikan pembangunan jalan tol akan tetap mengacu pada standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, hingga pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Keberadaan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan dapat memicu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendukung pemerataan pembangunan di kawasan Jabodetabek serta sekitarnya.

Infrastruktur ini juga dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi investasi dan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui pengurangan biaya logistik, percepatan distribusi barang dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan. (hen)

- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-top"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Terbaru
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-sidebar"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-bottom"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini