TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah mempercepat agenda hilirisasi industri guna memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing di tengah ketidakpastian global. Komitmen itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat peletakan batu pertama pabrik melamin di Gresik, Jawa Timur, Rabu (8/4/2026).
Proyek yang dikembangkan PT GEABH Joint Technology tersebut menjadi pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia, sekaligus bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik.
“Kita menyaksikan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia,” ujar Airlangga.
Baca Juga: Industri Baja Tumbuh 15,71%, Airlangga Genjot Hilirisasi dan Green Steel
Ia menjelaskan, pembangunan pabrik ini merupakan strategi hilirisasi berbasis gas alam yang akan diolah menjadi amonia cair, lalu dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat dengan nilai tambah tinggi.
Kinerja investasi di kawasan ini dinilai positif. Hingga akhir 2025, total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) nasional mencapai sekitar USD19,7 miliar, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik.
