TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah menegaskan perlunya reformasi besar pada pendidikan vokasi agar lulusan SMK mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa sistem vokasi saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan industri global yang menuntut kompetensi berstandar internasional dan pemahaman budaya kerja lintas negara.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat membuka Workshop Kepala Sekolah Program SMK Go Global di Hotel Pullman Bandung, Senin (1/12/2025), yang diikuti 507 kepala SMK se-Jawa Barat, baik luring maupun daring. Ia menekankan pentingnya kolaborasi menyeluruh dari tingkat kurikulum hingga penempatan kerja lulusan di luar negeri.
“SMK Go Global dari hilir ke hulu harus kita kolaborasikan. Mulai dari kesiapan berangkat sampai perbaikan di kurikulum paling dasar,” ujarnya.
Baca Juga: Menko PM Muhaimin Terapkan Pelindungan Sosial Adaptif untuk Pemulihan Pascabencana
Muhaimin merinci tiga langkah strategis percepatan reformasi vokasi. Pertama, penentuan negara tujuan kerja sesuai kebutuhan keahlian dan jurusan, seperti tenaga kesehatan di Jepang, teknisi di Jerman, ahli manufaktur di Korea Selatan, serta sektor perhotelan di Eropa Timur. Kedua, penguasaan bahasa dan budaya kerja global agar siswa adaptif dan berdaya saing. Ketiga, kemitraan dengan dunia industri dan lembaga pelatihan internasional sebagai pintu akses karier global.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk mempercepat transformasi. “Saya optimis target tercapai. Semua pihak harus menjadi bagian integral dari gotong royong ini,” kata Muhaimin.
Dengan jumlah 2.098 SMK dan lebih dari satu juta siswa, Jawa Barat ditargetkan menjadi model penerapan SMK Go Global. Workshop turut menghadirkan mitra strategis termasuk perwakilan pemerintah Jepang dan penyedia peluang kerja internasional.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI



