Menko AHY Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Dorong Kolaborasi Strategis untuk Mendukung Pembangunan Nasional

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak diaspora Indonesia yang berada di Federasi Rusia untuk turut mengambil peran dalam pembangunan nasional melalui kontribusi di bidang pengetahuan, jaringan profesional, investasi, perdagangan, teknologi, serta inovasi.

Ajakan tersebut disampaikan Menko AHY dalam pertemuan bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose A.M. Tavares, jajaran KBRI Moskow, dan perwakilan diaspora Indonesia di Rusia pada Minggu (31/5/2026) waktu setempat.

Pertemuan itu merupakan bagian dari rangkaian Konsultasi Bilateral II yang digelar atas undangan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai P. Patrushev.

Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari Konsultasi Bilateral I pada November 2025 yang menghasilkan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) mengenai Infrastruktur dan Konektivitas Maritim.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut Deklarasi Kemitraan Strategis yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di St. Petersburg pada 19 Juni 2025.

Deklarasi tersebut mencakup 18 sektor kerja sama strategis, termasuk bidang maritim, transportasi dan infrastruktur, energi, serta penanggulangan bencana yang memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan fungsi Kemenko Infra.

Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan dalam berbagai agenda kerja sama antara Indonesia dan Rusia.

“Setiap diplomasi internasional membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi KBRI Moskow dalam menjaga dan memperkuat hubungan baik Indonesia dan Federasi Rusia,” ujar AHY.

Di hadapan diaspora Indonesia, Menko AHY memaparkan berbagai program strategis nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Program tersebut antara lain pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD 80 miliar dan membentang dari Banten hingga Gresik; percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana; Gerakan Indonesia ASRI untuk penataan kawasan kumuh dan permukiman nelayan; Program Pembangunan 3 Juta Rumah; pengembangan jaringan perkeretaapian antarpulau dan transportasi massal berbasis Transit Oriented Development (TOD); implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) yang akan berlaku penuh pada 2027; penguatan infrastruktur bendungan dan ketahanan air; serta dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan pemerataan pembangunan wilayah, serta menjaga ketahanan lingkungan.

Dalam konteks tersebut, Menko AHY menilai diaspora Indonesia yang berada di Rusia memiliki peran penting sebagai bagian dari mitra pembangunan nasional.

“Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi,” kata Menko AHY.

Menurut Menko AHY, diaspora Indonesia di Rusia juga berpotensi menjadi jembatan penghubung bagi berbagai peluang kerja sama konkret pada sektor perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, dan infrastruktur.

Lebih lanjut, Menko AHY menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia ke pasar Rusia, antara lain produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan berbagai produk maritim.

Karena itu, diaspora diharapkan dapat membantu memperkuat jaringan distribusi, pemasaran, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia.

“Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara,” ujarnya.

Selain itu, Menko AHY juga mendorong adanya pemetaan dan konsolidasi diaspora Indonesia di Rusia yang dilakukan secara lebih sistematis berdasarkan bidang keahlian dan potensi kontribusinya bagi pembangunan nasional.

Menutup pertemuan tersebut, Menko AHY menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara Indonesia dan diaspora sebagai kemitraan jangka panjang yang saling menguatkan.

“Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga wujud ikatan yang kuat antara tanah air dan putra-putri bangsa yang tengah berkarya di luar negeri. Mari terus menjaga koneksi, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi untuk Indonesia yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing global,” tutup Menko AHY. (hen)

- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-top"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Terbaru
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-sidebar"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-bottom"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini