AHY menekankan Kawasan Timur Indonesia (KTI) memiliki potensi besar, termasuk di sektor sumber daya alam dan pariwisata, yang perlu didukung oleh infrastruktur dasar dan konektivitas yang memadai.
“Infrastruktur adalah tulang punggung transformasi Indonesia menuju negara maju, terutama untuk membuka potensi wilayah Timur,” katanya.
Ia juga mengajak Gempar Indonesia berkolaborasi agar pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
Sementara itu, Ketua Umum Gempar Indonesia, Yohanes Sirait, menilai pembangunan di wilayah 3T merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan dan keadilan sosial. Ia menyoroti masih lebarnya disparitas infrastruktur dan biaya logistik antara wilayah barat dan timur Indonesia.
“Daerah perbatasan dan pulau terluar harus merasakan pelayanan negara yang setara. Ini fondasi menuju Indonesia Maju,” ujar Yohanes.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
