AHY mengatakan pemerintah terus memperkuat infrastruktur pengendali banjir di kawasan Jabodetabek, termasuk pembangunan Bendungan Kering Ciawi dan Sukamahi. Selain itu, program normalisasi sungai dinilai penting agar kapasitas aliran air meningkat saat curah hujan tinggi.
“Lebarnya pun harus ditambah agar bisa mengakomodasi paling tidak 570 meter kubik per detik dari kondisi eksisting hari ini hanya sekitar 200 meter kubik per detik,” katanya.
Ia juga menyoroti berkurangnya daerah resapan akibat alih fungsi lahan dan pelanggaran tata ruang yang dinilai memperparah banjir ketika hujan ekstrem terjadi. Di sisi lain, wilayah hilir Jabodetabek turut menghadapi ancaman kenaikan muka air laut akibat pemanasan global.
“Jadi gerakan ini adalah gerakan yang tidak akan pernah boleh mati,” tegas AHY.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
