Pada tahap awal, pemerintah meresmikan 84 unit Huntara yang dibangun di atas lahan lebih dari 5.000 meter persegi di Aceh Tamiang. Kompleks tersebut terdiri dari tujuh blok, masing-masing mampu dihuni 12 keluarga, sehingga total menampung 84 kepala keluarga.
AHY menekankan, pembangunan Huntara bukan tujuan akhir, melainkan titik awal menuju hunian tetap. Prinsip build back better diterapkan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan, termasuk penyediaan fasilitas dasar seperti kamar mandi, dapur bersama, dan ruang terbuka.
Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di Lubuk Sidup. Pembangunan hunian dilakukan paralel dengan penyediaan infrastruktur pendukung dan akses layanan dasar agar masyarakat dapat kembali produktif.
“Yang terpenting, negara hadir untuk memastikan masyarakat bangkit kembali, baik secara fisik maupun mental,” tutup AHY.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
