AHY kepada Praja IPDN: Hard Work Beats Talent

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk meyakini bahwa kerja keras yang dilakukan secara konsisten merupakan kunci utama dalam meraih keberhasilan.

Menurutnya, bakat tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan usaha yang berkelanjutan.

“Hard work beats talent. Kerja keras mengalahkan bakat,” ujar AHY.

Pesan tersebut disampaikan AHY setelah memberikan kuliah umum bertema Menyiapkan ASN Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lari sore bersama ratusan praja di Kampus IPDN Jatinangor, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan itu, AHY menempuh rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang dipenuhi tanjakan dan turunan. Bersama para praja, ia mengelilingi kawasan kampus sebelum menuntaskan kegiatan di Lapangan Parade IPDN.

Bagi AHY, lari bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran.

Ia memandang olahraga tersebut sebagai sarana untuk membentuk berbagai karakter penting, seperti konsistensi, disiplin, daya tahan, dan semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Yang membedakan seseorang bukan hanya bakatnya. Yang membedakan adalah siapa yang mau terus berlatih, terus bekerja keras, dan terus memperbaiki dirinya setiap hari.”

Dalam arahannya, AHY juga mengingatkan agar para Praja tidak berkecil hati ketika melihat orang lain memiliki kemampuan yang lebih menonjol.

Menurutnya, setiap individu memiliki perjalanan dan proses yang berbeda-beda.

Karena itu, ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukanlah membandingkan diri dengan orang lain, melainkan memastikan diri terus bertumbuh dan berkembang dari hari ke hari.

“Jangan kecil hati. Jangan merasa orang lain akan unggul selamanya. Terus bekerja keras, terus berlatih, terus berusaha. Insyaallah kita bisa menyamai bahkan melampaui mereka.”

AHY juga mendorong lahirnya budaya kompetisi yang sehat di lingkungan pendidikan.

Kompetisi, menurutnya, seharusnya diarahkan untuk memacu peningkatan kualitas diri, bukan sekadar mengungguli orang lain.

“Berkompetisilah dengan diri sendiri. Jadilah versi terbaik dari diri kalian masing-masing.”

Pada kesempatan tersebut, AHY menegaskan bahwa pendidikan di IPDN, sebagaimana di akademi militer maupun lembaga pendidikan kedinasan lainnya, tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan.

Ia menilai pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan mental, dan kesiapan fisik memiliki peran yang sama pentingnya sebagai bekal dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Fokus pada kesehatan dan kesiapan jasmani bukan hanya untuk membangun fisik yang kuat, tetapi juga karakter yang kuat.”

AHY menilai tantangan yang akan dihadapi generasi muda Indonesia pada masa mendatang semakin kompleks.

Oleh sebab itu, aparatur negara dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga daya juang, ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti berolahraga secara rutin mampu melatih banyak karakter kepemimpinan yang akan sangat berguna dalam kehidupan profesional.

Ia juga mengatakan bahwa aktivitas lari dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi sehingga seseorang mampu berpikir lebih jernih sekaligus memunculkan berbagai gagasan kreatif.

“Lari bukan hanya membuat kita sehat dan berkeringat. Lari juga bisa menjadi ruang untuk berpikir, melihat lingkungan sekitar, menyapa masyarakat, dan membayangkan solusi yang bisa kita tawarkan.”

Mengakhiri arahannya, AHY kembali menekankan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih melalui jalan pintas.

Menurutnya, kesuksesan merupakan hasil dari kebiasaan baik yang dijalankan secara terus-menerus, kerja keras yang konsisten, serta tekad untuk selalu berkembang.

“Terus bekerja keras, terus berlatih, terus berusaha. Karena masa depan tidak ditentukan oleh siapa yang paling berbakat, tetapi oleh siapa yang paling konsisten mempersiapkan dirinya.” (hen)

- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-top"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Terbaru
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-sidebar"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); setTimeout(function(){ var w = document.getElementById("ads-article-bottom"); if (!w.querySelector("iframe")) { w.innerHTML = ''; } },2500);

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini