“Kita hanya bisa mengimbau seluruh penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pagi untuk memeriksa kembali status penerbangannya secara berkala melalui maskapai penerbangan masing-masing,” ujar Joko.
Gangguan penerbangan ini menjadi salah satu dampak nyata meningkatnya karhutla di Kalimantan Barat. Selain mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi udara apabila jarak pandang terus berada pada level rendah.
