Roy Suryo Tuding, Ada Titik Balik Peristiwa 11 Maret 2026 dalam Sikap Rismon Sianipar

TAJUKNASIONAL.COM Polemik seputar ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi perhatian setelah muncul perubahan sikap dari Rismon Sianipar. Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Roy Suryo menilai perubahan pandangan tersebut tidak terjadi begitu saja.

Ia bahkan mengaitkannya dengan satu tanggal yang disebutnya penting, yakni 11 Maret 2026, yang menurutnya menjadi titik balik dalam sikap Rismon. Perubahan posisi Rismon sendiri terjadi setelah ia meminta maaf kepada Jokowi dan menyatakan ijazah Jokowi asli.

Tersangka kasus pencemaran nama baik dan fitnah, Roy Suryo, menuturkan perubahan sikap Rismon Sianipar yang kini menyebut ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) asli tak terlepas dari peristiwa 11 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Roy menyebut ada “surat perintah” yang menurut dia membuat Rismon kemudian mendatangi kediaman Jokowi pada keesokan harinya.

Baca Juga: Roy Suryo Ogah Restorative Justice Seperti Rismon, Tetap Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli

Di sisi lain, Polda Metro Jaya memang menyatakan Rismon sebelumnya mengajukan restorative justice dan pada 11 Maret 2026 datang menanyakan perkembangan permohonan tersebut, sebelum kemudian menemui Jokowi di Solo pada 12 Maret 2026.

“Poin yang penting adalah 11 Maret 2026. Itu adalah tanggal Supersemar ya. Jadi ada surat perintah untuk dia tanggal 11 Maret 2026. Sebelum tanggal itu, pratanggal itu, artinya Rismon kita sebut sebagai Rismon prabayar. Pascabayarnya itu yang mulai error,” ujar Roy di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Roy berpandangan, hasil penelitian yang sebelumnya dilakukan Rismon tidak semestinya berubah dalam waktu singkat. Ia menilai penelitian yang disebut ilmiah dan berlangsung panjang semestinya memiliki konsistensi.

“Semua tidak ada yang salah karena itu penelitian yang dilakukan secara ilmiah dan panjang. Tidak mungkin suatu penelitian ilmiah dan panjang di balik dengan waktu yang sangat singkat,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa Rismon telah melakukan penelitian ulang sebagaimana diklaim belakangan ini. Menurut Roy, dalam dua hingga tiga bulan terakhir Rismon masih aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan polemik dugaan ijazah Jokowi.

Baca Juga: Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya, Demokrat Tegaskan SBY Tak Terkait Kasus Roy Suryo soal Dugaan Ijazah Palsu

“Dia mengatakan selama tiga, dua bulan. Teman-teman di sini tuh ada yang masih membersamai Rismon sampai hari-hari terakhir kemarin. Apa kerjaannya itu? Masih mempromosikan buku. Bahkan buku itu dilaunchingnya tanggal 1 Januari 2026. Berarti itu dua bulan yang lalu saja dia masih mempromosikan buku,” ungkap Roy.

Meski menyoroti keras perubahan sikap tersebut, Roy mengaku tetap mendoakan Rismon. Ia menyebut Rismon pernah menjadi bagian dari kelompok mereka dalam polemik tersebut.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini