TAJUKNASIONAL.COM Peta persaingan politik di Kota Blitar mulai menunjukkan dinamika baru jauh sebelum Pemilu 2029 digelar. Di wilayah yang selama ini identik sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memperlihatkan manuver yang tak bisa dianggap sekadar konsolidasi biasa.
Langkah mereka membaca akar rumput, memperkuat struktur hingga ranting, dan memanaskan mesin partai sejak dini menjadi sinyal bahwa PSI ingin ikut mengusik dominasi lama di “kandang banteng”.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Blitar menggelar konsolidasi bersama seluruh DPC dan ranting se-Kota Blitar pada Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam buka bersama dan santunan anak yatim itu dihadiri Wakil Ketua Umum PSI Aan Rochayanto serta jajaran pengurus DPW PSI Jawa Timur di Kantor DPD PSI Kota Blitar, Jalan Kelud.
Baca Juga: PSI Puji Sikap Rismon Berbalik, Sebut Jokowi Semakin Dimuliakan
Ketua DPD PSI Kota Blitar, Muhaimin Sunjaya Atmaja, menegaskan agenda itu merupakan bagian dari penguatan internal partai.
“Ini bagian konsolidasi kami, karena ini bulan puasa, acara kami kemas dengan buka bersama dan santunan anak yatim,” kata Muhaimin Sunjaya Atmaja.
Menurut Muhaimin, pertemuan tersebut menjadi momentum awal mempertemukan seluruh unsur partai di tingkat kecamatan hingga ranting.
Ia mengatakan konsolidasi ini juga merupakan amanat Rakernas PSI agar struktur partai segera dituntaskan sampai level paling bawah.
“Setelah kemarin kami melakukan safari ke DPC dan ranting, hari ini kami kumpulkan bersama. DPP juga mengingatkan agar setelah Lebaran, kami harus segera menyelesaikan struktur sampai ranting,” ujarnya.
Meski dibungkus dalam kegiatan sosial dan silaturahmi Ramadan, arah politik PSI terlihat cukup jelas. Konsolidasi itu sekaligus menjadi cara partai memanasi mesin menjelang Pileg 2029. Targetnya pun tidak main-main, yakni merebut kursi DPRD Kota Blitar.
Baca Juga: Transfer Mengejutkan Proliga 2026! Dewi Intan Sari Tinggalkan Electric PLN untuk Popsivo Polwan
Langkah ini menjadi menarik karena Kota Blitar bukan wilayah netral secara politik. PDIP masih menjadi kekuatan utama di daerah tersebut, meski pada Pileg 2024 mengalami penurunan kursi. Dari sebelumnya 10 kursi, PDIP hanya mampu meraih 8 kursi.
Dua kursi yang hilang berasal dari dapil Kepanjenkidul dan Sananwetan. Di sisi lain, PKB justru naik dari 4 menjadi 5 kursi.
Kondisi itu bisa dibaca sebagai celah yang sedang diendus PSI. Dengan penurunan kursi PDIP, ruang kompetisi di basis tradisional partai banteng mulai tampak lebih terbuka dibanding sebelumnya. Wakil Ketua Umum PSI, Aan Rochayanto, pun terang-terangan menyambut optimistis langkah DPD PSI Kota Blitar.
“Kami juga ditunjukkan Kantor DPD PSI Kota Blitar dengan model ruang terbuka untuk anak muda. Harapannya, DPD PSI Kota Blitar bisa mendapat kursi DPRD di Pileg 2029,” katanya.
Aan menilai struktur partai yang telah terbentuk hingga tingkat ranting dapat menjadi modal penting untuk menggarap suara akar rumput. Bahkan, PSI pusat disebut akan memberi dukungan fasilitas nyata untuk memperkuat kerja politik di lapangan.
“Ketika kepengurusan sudah ada di tingkat desa dan kelurahan, maka harus ada fasilitas yang bisa hadir untuk masyarakat. Untuk itu, kami akan memberikan bantuan satu unit mobil ambulans untuk DPD PSI Kota Blitar,” ujarnya.
