Profil Hiththan Hersya Putra, Presiden BEM Unmul yang Mundur Usai Viral Foto Bersama Jokowi

TAJUKNASIONAL.COM Nama Hiththan Hersya Putra menjadi perhatian publik setelah foto dirinya bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediaman pribadi Jokowi di Solo beredar luas di media sosial.

Pertemuan tersebut memicu polemik karena Hiththan saat itu masih menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul).

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada pertemuan tersebut, tetapi juga pada sikap Hiththan yang akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden BEM KM Universitas Mulawarman sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik yang muncul.

Profil Hiththan Hersya Putra

Hiththan Hersya Putra dikenal sebagai mahasiswa Universitas Mulawarman yang dipercaya memimpin BEM KM Universitas Mulawarman. Sebagai Presiden BEM, ia aktif menyuarakan berbagai isu kemahasiswaan dan kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Namanya menjadi perhatian nasional setelah foto bersama Joko Widodo di Solo memunculkan pertanyaan mengenai independensi gerakan mahasiswa, terutama karena pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi mantan presiden.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Gratis Hari Dharma Wanita Nasional 2026, Cocok untuk Foto Profil dan Media Sosial

Klarifikasi Hiththan Hersya Putra

Melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial, Hiththan menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik, kepentingan ekonomi maupun bentuk transaksi apa pun.

Ia memastikan bahwa BEM KM Universitas Mulawarman akan tetap bersikap kritis terhadap seluruh penyelenggara negara tanpa memandang latar belakang politik.

“BEM KM Universitas Mulawarman kemarin, sekarang, dan di masa yang akan datang akan tetap berdaya kritis terhadap seluruh penyelenggara negara dan pejabat publik, siapa pun orangnya dan dari mana pun asalnya tanpa pandang bulu,” tulis Hiththan.

Namun demikian, ia mengakui telah melakukan kekeliruan karena kurang mempertimbangkan sensitivitas posisinya sebagai Presiden BEM.

Dikritik Akademisi

Polemik tersebut turut mendapat tanggapan dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah atau Castro. Menurutnya, seorang pemimpin organisasi mahasiswa harus memahami konsekuensi etik dan politik dari setiap tindakan yang dilakukan.

Castro menilai pertemuan di ruang privat dengan mantan presiden berpotensi menimbulkan persepsi hilangnya independensi gerakan mahasiswa.

Ia bahkan menyatakan Hiththan seharusnya mempertanggungjawabkan tindakannya dengan melepaskan jabatan sebagai Presiden BEM.

Baca Juga: Profil Kombes Ferli Hidayat Eks Kapolres Malang saat Tragedi Kanjuruhan Dikukuhkan Jadi Koorspripim Polri

Memilih Mengundurkan Diri

Menanggapi kritik yang berkembang, Hiththan akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Presiden BEM KM Universitas Mulawarman.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini