TAJUKNASIONAL.COM KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Ia dipilih secara mufakat oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Di balik posisinya sebagai ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin juga memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha.
Latar belakang tersebut membuat sosoknya dikenal tidak hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga dalam dunia bisnis, khususnya sektor energi dan media.
Gus Kikin tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi.
Antara mencatat EML sebagai kontraktor kontrak kerja sama yang mengelola wilayah kerja South East Madura Block di Jawa Timur.
Baca Juga:Â Profil Gus Kikin, Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031 dan Tegaskan NU Bukan Organisasi Politik
Pengalaman Gus Kikin di sektor energi juga telah berlangsung cukup lama. Selain bisnis migas, sejumlah sumber menyebut dirinya membangun jaringan usaha melalui BBS Group yang bergerak di berbagai sektor.
Menurut Metro TV News, Gus Kikin pernah berkiprah di PT Djakarta Lloyd dan kemudian mendirikan BBS Group pada 1997. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Energy Kadin Jawa Timur pada periode 2000-2013.
Selain energi, Gus Kikin memiliki keterlibatan di industri media. Ia dikenal sebagai pemilik BBS TV, stasiun televisi lokal yang berbasis di Surabaya.
Penelitian Universitas Negeri Surabaya mengenai sejarah BBS TV juga mencatat KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai pendiri stasiun televisi tersebut dan menyebutnya sebagai pengusaha minyak dan gas pada periode tersebut.
BBS TV mulai mengudara pada 2008 dan berkembang sebagai salah satu televisi lokal di Jawa Timur.
Kajian mengenai perkembangan BBS TV menunjukkan bahwa stasiun tersebut kemudian mengembangkan berbagai program, termasuk program yang mengangkat budaya lokal seperti wayang kulit.
Rekam jejak bisnis tersebut melengkapi perjalanan Gus Kikin sebagai tokoh pesantren. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.
Baca Juga:Â Kiai Muda NU Desak PBNU Pecat Pengurus yang Jadi Tersangka Korupsi
Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Di lingkungan pendidikan pesantren, Gus Kikin dipercaya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Di bawah kepemimpinannya, jaringan Tebuireng berkembang hingga memiliki 15 cabang di sejumlah wilayah Indonesia.

