TAJUKNASIONAL.COM Nama Dyastasita WB mendadak menjadi perhatian publik setelah polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat atau LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Sosoknya disorot karena menjadi salah satu juri dalam sesi rebutan yang memicu protes peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Dyastasita WB atau Dyastasita Widya Budi merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI. Berdasarkan profil pejabat Setjen MPR, ia tercatat berada di Biro Pengkajian Konstitusi.
Sejumlah pemberitaan juga menyebut Dyastasita menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR RI dengan pangkat Pembina Utama atau golongan IV/e.
Baca Juga:
Dalam tugas kelembagaannya, Dyastasita berkaitan dengan kegiatan pengkajian konstitusi serta sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga beberapa kali muncul dalam kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI di daerah. Pada awal Mei 2026, Dyastasita sempat menyampaikan bahwa peserta LCC Empat Pilar merupakan calon pemimpin masa depan Indonesia.
Sorotan terhadap Dyastasita bermula saat final LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Dalam sesi pertanyaan rebutan, pembawa acara menanyakan lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR saat memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
Namun, jawaban itu diberi pengurangan nilai lima poin. Ketika pertanyaan yang sama dijawab oleh regu lain dengan substansi serupa, juri menyatakan benar dan memberi nilai 10.
“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai sepuluh,” kata Dyastasita saat menilai jawaban regu berikutnya.
Baca Juga:
Peserta dari SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan keberatan karena merasa jawaban mereka sama. Namun, Dyastasita menyatakan bahwa menurut dewan juri, unsur Dewan Perwakilan Daerah tidak terdengar dalam jawaban pertama.
“Tadi disebutkan regu C, ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” kata Dyastasita.
Polemik tersebut membuat nama Dyastasita ramai diperbincangkan di media sosial. Publik menyoroti konsistensi penilaian, mekanisme keberatan peserta, serta standar verifikasi jawaban dalam perlombaan yang melibatkan pelajar.
MPR RI kemudian menyampaikan permohonan maaf dan memastikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026 tingkat Kalimantan Barat.
