Profil dan Jejak Karir Nina Agustina, Eks Bupati Indramayu yang Pindah dari PDIP ke PSI

TAJUKNASIONAL.COM Nama Nina Agustina Bachtiar kembali ramai dibicarakan bukan karena kontestasi pilkada, melainkan karena langkah politik yang cukup berani,menyeberang dari PDI Perjuangan (PDIP) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada 2026.

Kepindahan ini menarik perhatian karena Nina bukan figur baru di politik daerah.

Ia pernah memimpin Indramayu dan dikenal memiliki jejaring kuat baik di struktur partai maupun organisasi kemasyarakatan yang membuat perpindahannya dinilai bisa mengubah peta dukungan di Jawa Barat.

Nina lahir di Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, pada 17 Agustus 1973.

Ia adalah putri mantan Kapolri Da’i Bachtiar, salah satu fakta yang kerap disebut sebagai bagian dari latar keluarga dan jejaring sosialnya.

Baca Juga: Ada Peran Jokowi Dibalik Kepindahan Eks Bupati Indramayu, Nina Agustina dari PDIP ke PSI?

Dari sisi pendidikan, Nina tercatat sebagai alumnus UPN “Veteran” Jakarta.

Riwayat pendidikan ini menjadi pijakan awalnya menekuni ranah hukum dan manajemen organisasi sebelum masuk ke panggung politik elektoral.

Karier politik Nina menguat saat ia dipercaya mengisi sejumlah posisi organisasi dan bidang strategis.

Dalam beberapa catatan profil, ia pernah disebut aktif sebagai Ketua Bidang Hukum di DPP PDIP (bidang kelautan/perikanan dan nelayan) serta Bendahara Umum di organisasi yang terkait gerakan nelayan dan tani.

Sejak 2019, namanya juga tercantum sebagai Sekretaris Jenderal Indonesian Korean Friendship Association (IKFA).

Di luar politik, Nina juga kerap dikaitkan dengan aktivitas profesional dan bisnis, termasuk peran di perusahaan serta firma hukum.

Jejak ini memperlihatkan profilnya yang tidak hanya bergerak di jalur politik praktis, tetapi juga pada sisi profesional sebagai pengelola dan praktisi.

Nina kemudian dilantik sebagai Bupati Indramayu pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, dan menjabat hingga 2025.
Dalam periode pemerintahan daerah, indikator ekonomi daerah yang sering disorot publik antara lain struktur dan besaran APBD serta kondisi ketenagakerjaan.

Data pemerintah pusat melalui portal SIKD mencatat postur APBD Indramayu 2023 (pendapatan daerah sekitar Rp3,503 triliun dan belanja daerah sekitar Rp3,642 triliun).

Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Aliran Uang Suap Proyek Bekasi ke Ketua DPD PDIP Jabar

Sementara publikasi BPS setempat menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indramayu turun dari 6,49% (Agustus 2022) menjadi 6,46% (Agustus 2023).

Memasuki 2026, Nina mengambil langkah baru: bergabung ke PSI dan bertemu Joko Widodo (Jokowi) di Solo.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini