Ia menegaskan pembahasan tidak hanya berfokus pada nilai tukar rupiah, tetapi juga dampak menyeluruh kondisi global terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Burhanuddin, penanganan masalah ekonomi membutuhkan koordinasi kuat antara lembaga pemerintah, baik dari sisi fiskal maupun moneter.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
